Manasik Umroh Sesuai Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah

21.48 Mugiwara Upi 0 Comments

Ada beberapa tata cara dan urutan manasik umroh sesuai sunnah Rasulullah SAW. Umroh adalah kunjungan ke tempat suci untuk menjalankan serangkaian ibadah dengan cara berihram, thawaf, sa’i dan bertahallul tanpa melakukan wukuf di Arafah. Umroh disebut juga dengan haji kecil, perbedaannya dengan haji adalah umroh bisa ditunaikan kapan saja, sedangkan haji dilaksanakan pada waktu tertentu. 
foto:menatahidup.com
Menjalankan ibadah umroh di bulan Ramadhan memiliki fadhilah lebih utama sebagaimana sabda Rasulullah. Pahala ibadah umroh pada bulan ramadhan sama dengan pahala ibadah haji bersama Rasulullah. Agar para jamaah umroh bisa menjalankan serangkaian ibadah dengan benar dan tepat, maka diadakan manasik umroh. Manasik ini bertujuan untuk memberikan arahan yang benar tentang tata cara umroh. Berikut urutan manasik umroh sesuai sunnah Rasul :

Sebagai jamaah umroh Anda Harus menjalankan rukun dan wajib umroh. 

Rukun Umroh
Kegiatan uatama dalam ibadah umroh yang harus benar-benar dikerjakan disebut Rukun umroh. Jika tidak mengerjakan salah satu rukun umroh ini, maka umrohnya tidak syah. Inilah urutan manasik umroh sesuai sunnah yang termasuk rukun umroh, diantaranya Niat dan ihram umroh, Thawaf, Sa’i dan Tahallul. 

Wajib umroh
Niat dan mengenakan ihrom di Miqot
Miqot merupakan tempat untuk berniat ihram. Niat dan memakai baju ihram harus dilaksanakan pada tempat-tempat yang disediakan oleh Rasulullah dan miqot yang dilewati. Jika jamaah melalui tempat tersebut tanpa berihram, maka umrohnya tetap syah. Namun, wajib membayar dam dengan cara menyembelih satu ekor kambing di Makkah. 

Inilah tata cara manasik umroh sesuai sunnah Rasul
Lakukan ihram di miqot Bir Ali, Al Juhafah, Qornul Manazil, Yalamlam, dan Dzat Iqin. Setelah sampai di miqat, mandillah dan gunakan wangi-wangian kalau memang memungkinkan. Lalu, kenakanlah pakaian ihram dan berniat umroh. Perbanyak membaca bacaan talbiyah yang keras bagi pria, sedangkan pelan bagi wanita saat perjalanan menuju Masjidil Haram.

Setelah itu, manasih umroh sesuai sunnah yang dijalankan adalah Thawaf, tempatnya di Masjidil Haram. Melakukan thawaf dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran.dimuali dari Hajr Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad juga. Selanjutnya harus melakukan sa’i, lari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah. Diawali dengan menghadap Ka’bah sambil membaca tahmid dan takbir sebanyak 3 kali sembari mengangkat kedua tangan. 

Bacalah do’a dan ulangi setiap do’a sebanyak 3 kali sesuai sunnah Rasul. Untuk do’anya sesuai yang diajarkan pada saat manasik umroh sesuai sunnah. Lalu berjalan cepat 7 kali putaran bolak-balik dari Shafa ke Marwah. Berikutnya sesampainya pada Sa’i yang terakhir yaitu di Bukit Marwa, melakukan Tahallul. Memotong sebagian atau seluruh rambut.

You Might Also Like

0 komentar: