Pengacara Kanjeng Taat Pribadi Ternyata Pecandu Sabu

15.59 Mugiwara Upi 0 Comments

SURABAYA - Ketika publik dihebohkan dengan aksi penggandaan uang yang dilakukan Kanjeng Taat Pribadi yang berujung pada kasus pembunuhan dan penipuan, sisi lain yang juga melibatkan proses hukum menimpa pada sang penasihat hukum.

Andi Faisal (35), salah satu pengacara Kanjeng Taat Pribadi rupanya sejak setahun terakhir mengkonsumsi sabu. Pria asal Pasuruan ini nekat pakai sabu karena sudah ketagihan.

Akibat kerap kali mengisap sabu, Andi harus mendekam di penjara Polrestabes Surabaya. Setelah sebelumnya, aparat dari Satnarkoba meringkus Andi saat pesta sabu bersama temannya Arfan (28) di Hotel Santika, Jalan Pandigiling, Surabaya pada Kamis 27 Oktober 2016.
Andi Faisal (Kiri), salah satu pengacara Kanjeng Taat Pribadi (Kanan). (Foto: okezone.com)
"Sudah satu tahun karena kecanduan (memakai sabu)," terang AF singkat pada sejumlah wartawan di mapolrestabes Surabaya, Senin (31/10/2016).

Sementara itu, Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo, mengatakan penangkapan terhadap pelaku berawal informasi dari masyarakat yang menyebutkan bakal ada pesta sabu di Hotel Ibis.

Saat anggota melakukan penggerebekan di hotel, rupanya sudah kosong karena pelaku telah kabur. Kemudian petugas kembali melakukan penggeberekan di Hotel Santika.

Anton mengatakan bahwa hasilnya, saat digerebek tersangka sedang pesta sabu dengan temannya di dalam kamar hotel. Dari tangan pelaku, polisi menyita BB sebuah pipet kaca yang masih ada sisa sabu seberat 1,18 gram, bong dan 7 HP.

Menurut Anton, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengungkap siapa pemasok sabu pada tersangka.
(Sumber: okezone.com)

Dahlan Iskan Jadi Tahanan Kota

15.54 Mugiwara Upi 0 Comments

SURABAYA - Kejaksaan Pendek Jawa Timur (Kejati Jatim) memasang eks Penasihat Penunjang PT Lima Berani Muslihat (PWU) Dahlan Iskan selaku lintangan metropolitan selepas sebelumnya senggang ditahan dekat Pondok Rantaian (Rutan) Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, tersangkut atas afair prediksi penggelapan.

Atasan Segmen Pemeriksaan Kriminalitas Umum Kejati Jatim, Dandeni Herdiana, Senin 31 Oktober 2016 petang, memadahkan bahwa Kejaksaan mematahkan mengoper pemasungan Dahlan dari lintangan Rutan Medaeng selaku ganjalan praja serupa keterangan kebugaran.

"Tapi, permanen mesti memberi tahu dobel darab berarti seminggu, setiap Senin selanjutnya Kamis," katanya.
Menurutnya, pihaknya akibatnya meluluskan aplikasi penangguhan detensi terhadap Dahlan nan diajukan kaki keluarganya atas kebugaran eks Bendahara Fisik Kampanye Hoki Jajahan itu mendadak inferior seusai diperiksa ala Kejati Jatim atas Senin senja.

Dahlan Iskan. (Foto: kompas.com)
Anggota batih Dahlan mengajukan nota penangguhan penangkapan atas Senin sore. Anak Bini besarnya, kawan hidup, anak cucu, selanjutnya menantunya selesai penanggung. Mengecap medis dukun pun disertakan berkualitas sertifikat catatan. Kejaksaan segar melontarkan titik tutur pada sore sekira ketuk 21.00 WIB.

Kritik penggantian detensi, sabit Dandeni, yakni hal kebugaran Dahlan nan berisiko semampai terjangkiti kelainan efek dari pencangkokan jantung nan dilakukannya seluruh warsa arkian.

"Pertimbangannya nan menyimpangkan istimewa kesegaran nan berkepentingan akibat sebagai orang sakit pencangkokan lever," kata Dandeni Herdiana.

Pikiran Segmen Penyorotan Norma Kejati Jatim, Romy Arizyanto menyebutkan, meskipun penangkapan Dahlan dialihkan, penyelidikan afair penggelapan substansi dunia nan dikelola PT PWU nan disangkakan ke Dahlan ajek beredar. "Penyidikannya stabil berumur," katanya
(Sumber: kompas.com)